cari tau

Showing posts with label Jejak ku. Show all posts
Showing posts with label Jejak ku. Show all posts

Monday, 18 July 2016

Rute dari Stasiun Kediri menuju Pare, Tulungrejo (Kampung Inggris)

Alternatif transportasi umum dari stasiun kediri menuju Tulungrejo, kampung inggris bisa melalui beberapa pilihan, biasanya dari pintu exit station langsung disambut ojek, tukang becak atau charter mobil. Nah, tinggal pilih mau alternatif yang mana dan tentunya sesuaikan dengan kantong. Hehe :) Menurut google maps jarak yang akan ditempuh kurang lebih sejauh 40km. 

Berhubung dana pas-pasan dan saya sendiri lumayan agak familir sama jalanan Kota Kediri, saya pilih naik angkot saja. Ongkos total hanya Rp 15.000,- s.d 17.000,- atau < Rp. 20.000,- (Maret 2016). Demikian halnya hasil obrolan temen lainnya, dari setasiun Kediri ke Tulungrejo menggunakan transportasi Angkot kurang lebih sama, baik oper (pindah) angkot maupun langsung (tanpa oper) tujuan Tulungrejo. 

Pengalaman saya sendiri, yang nekat ini pake angkot 2 kali dan 1 bus kecil. Total tetep kurang lebih Rp15.000,-.

Saya ngandalin komunikasi sesama penumpang angkot dan supir angkot. "dari sini nanti apa ganti angkot pak, angkot apa dan turun di mana". Nanti pak Supir dan penumpang angkot yang sangat baik, dengan senang hati mengarahkan arah tujuan.

Nah, langsung saja. Pertama, ketika turun di Setasiun kota kediri saya jalan kaki. Menuju ke arah kanan (utara #cmiiw). Simak google map dibawah ini.

Meski dengan segala tawaran yang sangat banyak, tapi saya percaya sama diri sendiri, bahwa saya akan nyampe tujuan. hehehe

Kemudian menunggu angkot dalam kota warna kuning. Pemberhentian angkot pertama saya kasih tanda merah, poin 1. Kemudian saya ngobrol dengan pak Supir dan penumbang. Obrolanya buanyak, buanyak banget.. singkat kata. Saya diarahkan oper-oper turun. Kemudian saya diberhentikan di deket sungai pada poin lingkaran 2


Oleh bapak Supir yang baik hati, saya diarahkan menunggu Angkot berikutnya, oper angkot ke dua. Melalui Jl. Diponegoro, sampai lampu apill (Alat Pemberi Isyarat Lampu Lalu Lintas atau lampu bang-jo) di pertigaan Jl. Ahmad Yani saya turun, lingkaran 3. Akhirya saya diturunkan di pertigaan tersebut, lihat dibawah ini.

Sampai dari sini temen temen bisa tanya angkutan umum yang lagsung menuju tulungrejo. Pengalaman saya sendiri naik bus. Nah, akhirnya datanglah bus warna biru, maaf saya lupa nama busnya. Kemudian melakukan perjalanan langsung menuju ke Tulungrejo. perjalanan bus ini memakan waktu lumayan lama karena jarak cukup jauh, kurang lebih 30 menit. 

Amati tulisan jalan sekitar, bila sudah nampak seperti plang selamat datang di kampung Inggris. Maka sudah dekat dengan tujuan dan segera bilang ke kondektur, sambil siap siap turun. Atau setelah simpang lima gumul bilang akan turun di Jl. Brawijaya, Tulungrejo. Maka kondektur akan mengingatkan bila sudah dekat dengan tujuan. Kemudian pak Supir akan memberhetikan di pertigaan Tulungrejo (lingkarang warna merah, S). Nah, dari titik sini berjalan ke tempat kursus yang kamu inginkan.   


Nah, Alhamdulillah sudah nyampe tujuan. Selamat ya. Mudah mudahan tulisan ini bermanfaat. Oiya, mugkin pengalaman temen-temen berbeda, monggo share di sini, akan sangat membantu yang membutuhkan informasi. Semoga apa yang diiginkan bisa tercapai di tempat tujuan, ingat sama niat utama. ありがとう ^^

Thursday, 1 August 2013

Seamo ~ mother Inspiring song (Indonesia Translation)

Lama ga posting di blog pribadi, #curcol karena harus buat beberapa blog untuk ummat He, :)
Alhamdulillah well done, dna siap membagikan ilmunya bagi kawan-kawan yang pengen tau tentang Blog,  walaupun cuman sedikit tapi cukup lumayan bisa. Bila ada pertanyaan slahkan comment atau kontak saya

 FB saya Ahmad Faizal Fajar S | atau twitter @affajars

Ngga akan pernah lupa sama yang lagunya ini, pertama kali dengar sewaktu Ramadhan 2010 ketika masih jadi calon maba, tiba-tiba diajak kaka untuk ikut acara buka puasa.. ya ikut sajalah, :) sekalian pengen tau apa sih mahasiswa itu.. sebelum berbuka seperti biasa mendegarkan ceamah yg luar bisa, itu ceramah yg pertama kali saya denger di bumi lambung magkurat ini. Walaupun denger lagu ini diiringi dengan kira kak Danag Ambar P. vidionya simpel, tapi konten yang tampilkan kereen abis dah. Semangat mewujudkan mimpi hingga kapanpun dan dimanapun. Sejak itu saya menelusuri latar belakang seliau (kek detektif conan) sampe ketemu blog nya, trus twitter nya (kadang juga sempet tanya-tanya), dan sampe sekarang sudah lama follow facebook nya walaupun ga friends ya ga masalah yg penting tetap bisa mengukuti jejak-jejak

Hingga saat ini lagu inspiring kak video ka danag saya gunakan jadi Alarm Hp :D


Kalau denger lagu ini bisanya semangat lagsung bangkit lagi, \(^_^)/

Ini lagu nya SEAMO ~ MOTHER

Hi Mother, Haikei, genki ni shitemasuka?
Saikin renraku shinakute gomen Boku wa nantoka yattemasu...

Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Dakara kodomo ni mo tsutaetai

Chikaku ni iru to iradatsu kuse ni Tooku ni iru to sabishiku kanji
Anata wa sonna sonzai Donna mondai mo Mi wo kezutte kaiketsu suru
Soshite Boku no shitteru dare yori mo Ichi-ban gamandzuyoku TAFU desu
Itsumo massaki ni ki ni suru Jibun janaku boku no karada de

Suiji sentaku Souji ni ikuji Amatta jikan sara ni shigoto shi
Ichi-ban hikui basho ni aru mono shika Motomenakattano Anata yo
Atarimae sugi wakaranakatta Hitori de kurashi hajimete wakatta
Anata no sugosa Taihensa Sore wo omoeba Kyou mo boku ganbareru sa

Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Dakara kodomo ni mo tsutaetai

"Ashita asa shichi-ji ni okoshite" to itte
Anata jikan doori ni okoshite kurete
Shikashi Rifujin na boku wa
Neboke nagara ni iu kotoba wa "Urusee!"
Konna kurikaeshi no RUUTIN Iyana kao hitotsu sezu ni
Anata Mainichi okoshite kureta
Donna mezamashi yori atatakaku seikaku datta

Sore de mo aru hi Gakkou wo ZURUyasumi "Ikitakunai" to ii
FUton kara ichido mo denu boku mae ni Kao wo ryoute de ooikakushi
Oogoe agete naita Boku mo kanashikute naita
Sono toki boku wa "Nante baka na koto wo shitan da" to jibun semeta

Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Kanshashitemasu My Mother

Kodomo ni sakidattareru hodo Tsurai koto nante Kono yo ni nai no dakara
Tatta ichi-byou de mo Anata yori nagaku ikiru koto Kore dake wa mamoru
Kore dake wa...

Anata no kodomo de yokatta Anata ga boku no haha de yokatta
Itsu made mo kawaranai Zutto zutto kawaranai
Boku wa anata no ikiutsushi dakara...

Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Dakara kodomo ni mo tsutaetai

Zutto boku no haha de ite Zutto genki de ite
Anata ni wa mada shigoto ga aru kara Boku no oyakoukou uketoru shigoto ga...


IN INDONESIAN...


Hi bunda, bunda , apa kabarmu?
maaf aku tidak bisa menelfonmu akhir-akhir ini, aku baik baik saja...

*tubuhmu yang kecil, begitu juga tanganmu
rambut putihmu yanng bercampur dan kau tumbuh menjadi lebih ramah
tapi bagiku kau lebih besar dari segalanya, lebih kuat dari siapapun
aku ingin emberitahu anak-anakku tentang cinta yang mendukungku ini



walaupun aku tumbuh menjadi tidak sabar, aku ada di dekatmu
ketika aku jauh darimu, aku tumbuh dengan kesepian
itulah dirimu bagi ku, kau bisa menghentikan  masalah  dan memperbaikinya
dankau memiliki kesabaran dan ketangguhan yang begitu besar
dibanding siapun yang kukenal
kau akan selalu  memikirkanku sebelum kebahagiaanmu sendiri

memasak, mencuci, bersih-bersih, membesarkan anak
kau bahkan bekerja selama waku senggangmu
kau  hanya akan membeli barang yang ada di rak dengan harga paling murah
aku tidak mengerti meskipun hal itu sanga jelas
hingga aku mulai hidup sendiri, baru ku mengeri
kapapun aku memikirkan sudah berapa banyak hal yang kau sapai
dan betapa sulitnya itu
ku rasa aku bisa mencoba yang terbaik hari ini

ku bilang "bangunkan aku jam 7 pagi"
dan kau membangunkan tepat waktu
tapi aku jahat padamu
dan mengucpkan "DIAM!" ketika aku masih setengah tidur
bagimu ini adalah rutinitasdan kau tidak pernah sesekali memasang tampang kelelahan
dan tetap membanngunkanku setiap hari
penuh kasih sayang dan lebih akurat dari ALARM  manapun

tapi suatu hari aku  membolos sekolah
dan berkaa "aku tidak ingin pergi"
aku tidak beranjak   dari futon ku dan kau masih  berdiri didepanku
kau menyembunyikan mukamu dengan kedua tanganmu dan menangis dengan keras
pada saat itu aku menyalahkan diriku
bertanya " kenapa aku bisa menjadi begitu bodoh?"

Repeat *

ku  berikan padamu rasa terima  kasih  untuk cinta mu yang selalu melindungi diriku
bundaku,

aku tahu tak ada hal yang begitu menyedihkan
dari mengubur  anaknya hidup-hidup
jadi aku akan memastikan hal tiu todak akan terjadi
bahkan jika  aku hidup satu detik lebih  lama darimu
kan ku pastikan hal itu

aku bersyukur aku adalah  anakmu
aku bersyukur kau adalah bundaku
hal itu  tidak akan pernah berubah
itu tidak akan pernah berubah untuk selamanya
karena aku begitu mirip denganu

jadilah ibuku untuk selamanya
sehatlah selalu untuk selamanya
kau masih punya satu pekerjaan lagi yang tersisa
dan itu adalah menerima cinta dan rasa hormat anakmu untukmu...

Vidio nya lihat disini, Japan text
  ...


Tuesday, 14 August 2012

Mahasiswa baru





            “Berikanlah aku sepuluh pemuda niscaya aku akan bisa menrubah dunia”, begitulah hentakan beliau seprang tokoh utama proklamator Repulbik Indonesia. Siapa lagi kalau bukan Ir Soekarno (yang peristirahatnya terletak di kota Blitar). Bila kita membicarakan sosok pemuda maka dengan sangat jelas da lugas bahwasanya hal tersebut berkaitan langsung dengan jiwa-jiwa yang penuh semangat, yang menginginkan perubahan sosok pemuda adalah sosok yang sangat diperlukan pada semua zaman. Bisa dimugkinkan bila suatau zama tanpa adanya seorang tokoh pemuda maka zaman itu akan menemukan sebuah kelamahan.
            Sebuah sosok yang tampil di Indonesia sebagai lembaga pemuda pergerakan yang lahir tiga hari setelah kelahiranku yaitu 29 April 1998 di Malang, saat momentum FSLDK X.  Sebuah pergerakan yang sangat mendambakan adanya peradaban di Indonedia ya.. itulah KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia). Saya mulai kenal ketika dekenalkan dengan pergerakan tersebut oleh kakak yang sebelumnya sudah kenal. Seru juga ternyata bisa ikut berperan aktif dalam sebuah lembaga pergerakan ekteren kampus
            Namun tidak hanya itu juga, tidak lama kemudian sedikit-demi sedikit saya juga sadar akan pentignya sebuah pergerakan oleh seorang pemuda, kemdian tak lama setelah itu saya mulai dengan lembaga pergerakan interen kampus ya betul sekali, tak lain dan tak bukan apa lagi kalau bukan Lembaga Dakwa Kampus (LDK). Sebelum masuk dan berperan dalam beberapa lagi dan lembaga tersebut, saya tidak paham sekali apa pentingnya seorang pemuda ? dan yang lebih ironisnya lagi saya juga tidak tahu apa yang sedang terjadi di ranah saudara-saudara, teman sebaya, teman akrab, dan seluruh para pamuda di dunia kahususnya diIndonesia, yang lebih mencengangkan mengapa sih kok sampai ada dakwah-dakwahan sega toh Indoneisa ini mayoritas sudah Islam, ulama’nya sudah banyak, pengajian-pengajian sudah banyak. Itulah yang terbesit dalam pemikiraku saat awal-awal meliaht lembaga-lembaga pergerakan yang ada di kampus, ya.. wajar saja seorang mahasiswa baru yang sangat dangkal dan belum mengenal medan kampus, namun seiring waktu berlalu ternaya pemahamanku beruabh 180o, apalagi ditambah seorang yang hanya tau madrasah, pesantren yang semua muslim-muslimahnya sopan-santun. Oiya.. ada lagi malah saya dulu pernah bertanya ke salah satu kakak degan sangat lugunya “kak, kenapa sih di kampus tu kok banyak muslimhanya yang notabenya tau dan sudah paham akan hijab, tp gak pake’ jilbab”
            Bermula dari pemikiran dan berbagai pertanyaan yang melintas dalam pikiran dan benakku itu, Akhirnya ku temukan sebuah kebenran yang mutlak yang tak munkin diragukan lagi. Seuatu hari ku pernah usul “gimana kalu kita usulkan kepada piminan Universitas untuk mewajibka setiap muslimah untuk memakai jilbab, dan apabila melanggar peraturan, etika norma dan nilai tersebut maka IP nilai akan berkurang beberapa point”.. sebuah pemikran pertama dariku yang mengingin sebuah perubahan peradaban yang lebih baik.
Ternya pemahamn yang pernah melintas saat awal-awal mengenal akan medan kamus yang tidak tahu akan sebuah kebiasaan-kebiasaan atau budaya-budaya diluar budaya-budaya keseharianku bisa disimpulkan, bahwa dalam benak pikiranku itu salah besar, banyak teman-teman kita, saudara-saudara kita yang masih perlu dibina dalam sebuah wadah “aneh bukan, mugkin pemahaman itulah yang belum didapat oleh teman-teman yang  belum kenal dalam sebuah pergeraka-pergerakan para pemuda Muslim”.

Friday, 10 August 2012

Mahasiswa Patria (Kota Blitar)


Perjalanan pulang itu asyik dan seru, ya walapun ada sdikit rasa tidak enak hati kan ninggalin temen – temen, ya begitulah sudah ada jatah libur sendiri - sendiri. Seorang mahasiswa yang memang suka jalan – jalan, pekerjaan traveling itu sudah menjadi kesukaannya, bahkan sejak kecil. Perjalanan kali ini adalah perjalanan mudik yang ke dua. Semoga ini adalah planning yang paling baik. Memang ketika kamu menentukan pilihan itu, kamu harus yakin akan pilihanmu itu adalah pillihan yang paling baik, dan segala sesuatu itu perlu pertimbanagn dan perlu muhasabah atau evaluasi pada alurnya supaya apa saja yang kita lakukan selalu menmbah kebaikan tersenidiri.  Alhamdulillah perjalanan ini menjadi perjalanan yang cocok bagi mahasiswa bagaimana tidak, harga tiket promo ini sudah dimiliki dan sudah diincar dari sejak beberapa bulan yang lalu dan kini tibalah jadwal itu Hehe, pada penasaran ya berapa harga tiketnya, hmmm mungkin tidak semahal harga baju batik yang dari toko - toko itu,  yang penting adalah pengalaman bukan soal harga, ya memang harga juga menjadi penentu dalam subuah perjalanan buat mahasiswa, kan mahasiswa cari yang cocok sama akntongnya kan. Dan ucapan terimakasih buat temen – temen yang sudah ikut mengantarkan kami menuju bandara syamsyuddin noor banjarmasin, gua masih ragu ni bandara di banjarmasin apa dibanjarbaru, menurut saya, ini bandara lokasinnya ada di Banjarbaru.

Setiba di bandara, kami segera menuju loket armada unutk menukar tiket booking via internet. Walaupun tulisannya di depan loket “Maaf Sistem Sedang Mengalami Gangguan” saya masih tetap nyelonong maju ke petugas yang menjaga tiket itu, dan seperti orang – orang lainnya dengan segala ke PD an saya memberikan hape saya ke petugas itu, itupun juga berdasarkan pengamatan saya dan juga mengasihkan penerkaan kenapa sih kok harus ngasih hape ? dan ada apa dg isi di hape tersebut ? akhirnya saya pun memberikan hape saya dengan screen yang bertuliskan nama ahkir pada bookingan saya berseta kode bookingan saya. Ohhh ternyata itu yaakk.. betul sekali.

Dengan sigap dan segera kami menuju tempat check in, eh.. maaf mas masih close mas, putar, balik kanan graak. Ternyata Check in blum buka, secara tidak sengaja bertemeu dengan orang yang sama, sama – sama menunggu check in, sama – sama dalam satu pesawat namun dengan tidak sama harga tiketneya. Perbincangan pun mulai asyik apalagi kalau orangnya sama – sama asyik, pertannya yang biasa dolontarkan

“mau ke mana dek ?”

“dari mana ?”
“alsalnya mana ?”
“dapat harga tiket apa ?”
“pake pesawat apa ?” Bla.. Bla.. Bla..

Begitu deh genre pertanyanaya, Alhamdulillah check in pun sudah open. Antrena mulai berjajar sembari memperlihatkan tiket bookingan dari tempat petugas armada maskapai kepada petugas check in. Setelah check in, masuk ke tempat petugas lagi untuk menitipkan bagasi dan menukarkan tiket bookingan dengan tiket asli, nah karena saya merasa ngangap da merasa benda – benda saya bawa ga berat dan ga merepotkan saya, maka saya ga mau nitipin ke bagasi, padahal itu gratis.. huaaaa, (Nyesel).

Sebelum itu masuk ke ruang penungguan sebelum masuk ke ruang pemberangkatan pesawat, kemudian sebelum masuk ke tempat penungguan itu harus baya lagi sebesar Rp 25.000,00 sepertinya petugas itu kurang meyakinkan bagi saya untuk menyerahkan uang atau membayar, enatah bayar apa itu, dengan sangat percaya diri saya langsung nyelonong saja masuk ke tempat penungguan sebelum penerbagan tanpa bayar sebelumnya, sembari menunggu saya mencoba dengan temen saya mencari signal WiFi di Bandara, Hasilnya ada signal tapi  ada password dan signal yang lain lemah.
Waktu yang ditunggu tunggu sudah tiba, sekarang waktunya masuk ke tempat runag tunggu penerbangan sebelum naik pesawat, namun sebelum memasuki runagan ini check tiket lagi dengan petugas, saya ditanya tentang tiket yang harganya Rp 25.000,00 entah apa namanya itu. Lagsung dengan berjalan cepat saya menuju tempat petugas unutk membayar Rp 25.00,00 itu tadi yang berada pada lantai satu :( . Naik lagi deh ke laintai dua ke dalam ruangan tempat tunggu penerbagnan.

Di Ruang lantai 2 ruang tempat menunggu penerbagan ketemu dengan Kaluarga tetangga selebah rumah yang tadi paginya sudah ditawari “Jar, mangko bareng aku ta ?” wah karena saya sudah janji ma temen – temen yang yang ke bandara ya saya katakan yang sebenarnya "Kulo sampun wonten sing barengi". “Ya wes..”kemudian ngobrol sebentar dengan keluarga tetanga sbelah mepet tembok dirumah sebentar, dan ternyata saya dengan keluarga tadi beda pesawat “Ya wes aku mlaku disek ya..” ucap tetangga tadi.

Ada yang menarik lagi, sebelum masuk ke ruang tunggu keberangkatan bus yang mengangkut peumpang ke pesawat ternyata ada cek in lagi, ditempat itu saya kehilangan gunting yang ke dua kalinya di bandara dulu ketika di Juanda saya juga mengalami hal yang serupa dan tidak mungikn gunting itu dikembalikan. Petugasnya bilang “Mas bawa gunting kah..” jawab saya “Ndak pak, “ Sambil memcoba membuka tas ransel saya, “Di palstik ini mas” Ucap petugas tadi sambil menunjuk ke tas plastik tempat sebagian baju saya “Oiya pak, sambil saya serahkan gunting itu tadi. Petugasnya bilang “Mas kalau mau bawa gunting, gunting ditaruh dibagasi aja, di lantai bawah ya” huaaa, apan pesawat sentar lagi beragkat udah deh saya ikhlasin aja  "Guntingnya buat disini aja deh pak”, ucap saya.

Papan pengumuman dan suara pengumuman sudah memberi aba aba untuk para penumpang unutk segera memasuki bus yag sudah dipersiapkan untuk menuju pesawat yang segera berangkat.  Sampailah di tempat pesawat, kemudian dengan tertip para penumpang memasuki pesawat dan mencari tempat duduk yang sudah disediaka dengan disamakan dengan kode di ticket. Seperti biasa kode etik Internasional di dalam sebuah pererbangan ya memang seperti itu dan dengan beberapa prosedural lainnya
.
Kurang dari satu jam pesawat sudah mulai tiba di bandara Surabaya “Alhamdulillah..”, pengen teriak tapi biasa aja, ini masih Kal Sel – Ja Tim bro... Setiba di bandara Juanda kemudian menuju tempat pengambilan bagasi di lantai 1, eaaa tenyata gratis ya nitip bagasi itu. Next, cari mushola kok ga ketemu – ketemu ya,  wes lagsung cari bus damri tujuan bungurasih aja deh, beberapa menit kemudian bus segera berangkat dan sekitar 30 menit kami sudah sampai terminal bungurasih kemudian kami keluar dari damri. Sebelum menuju busnya, yasalam... Banyak calo – calo dan kawan - kawannya yang sedang cari rizki dengan model yang macam – macam pula. Berjibaku melawan arus dan yang penting dengan mental yang kuat tetap melangkahkan kai untuk maju, Oiya tarif harga nus damri juanda - bungur tadi atau sekitarnya jauh – dekat Rp 15.000,00. yaahh beginilah keadaan orang masyrakat zaman sekarang kudu kuat mental, dan jangan mudah percaya dengan orang. Alhamdulillah setelah perjuangan juga dengan mental yang kuat akhirnya dengan tidak sengaja Allah mempertemukan kami dengan Rombongan Keluarga yang sebelum check in di bandara syamsyuddinnor tadi, inget pesen ibu tadi “Ntar kalau mau tanya, tanya aja sama orang yang pake seragam ya..” setiba di sini kami mencar saya menuju setasiun dan ga tau setasiun apa yang penting ketemu dengan bus dalam kota yang menuju setasiu terdekat dan berharap bertemu dengan orang – orang baik lainnya. Orang – orang yang tak dikenal pun berdatangan dengan gaya yang sok akrab, sok kenal, sok baik ya begitulah macam – macam orang. Sayapun terbujuk masuk bus yang katanya bus dalam kota, saya ragu apa ini bener busnya atau bukan, ada orang yang ragu juga, ya sesama orang yang ragu pun saya bertanya kepada orang itu, alhasil bus yang saya naiki itu salah untuk bus, untung bus blum jalan, karena sopir bus tadi masih cari penumpang, sayapun turun dan inget pesan ibu tadi “Kalau mau tanya, tanya aja kepada orang yang pake seragam ya.” Akhirnya saya tanya ke pada orang yang memakai seragam biru muda, mungkin ini orang dari petugas, ya saya yakin ini benar. Sepertinya memang benar - benar petugas, setelah itu petugas mengarahkan ke bus damri lagi, agak ragu tapi tak apalah, saya duduk agak belakang dan tidak lama kemudian sebelum penumpang dalam bus penuh, bus ini berangkat. Bus damri ini mungkin hanya beroprasi dalam kota saja dan bus ini juga berjalan berlahan lahan. Dalam perjalanan pun saya tetap menerka – nerka apa nanti yang akan saya hadapi. Akhirnya petugas menarik ongkos bus damri, saya kasih aja Rp 5000,00 dan dikembalikan Rp 1000,00. Berlahan lahan ada beberapa penumpang yang turun, dan ada juga yang turun ke IAIN, itu keknya mahasiswa dan ada juga penumpang yang turun dari pulang kerja. Perasaan ini sudah agak dekat dengan tempat tujuan saya. Itupun sesuai dengan ingatan saya perasaan ini sudah dekat dengan setasiun wonokromo mungkin ini cuman filling saja karena lumayan sedikit familiar kalau sudah melewati IAIN, DTC, dan Mal yang lupa namanya itu, tapi saya masih inget pernah ke situ :D. Berlahan saya mendekati kursi depan dengan tujuan mendekati supir atau orang ayang akan turun. Saya bertanya pada ibu yang berada pada kursi depan tepat belakang supir,  kemudian saya bertanya dengan dengan gaya mau turun dari bus, saya pastikan ini sudah dekat dengan setasium wonokromo, “Ibu, setasiun wonokromo sudah deket ya bu”, tanya saya “Iya nak, turun disini mugkin” jawab ibu, lega kami pun bercakap – cakap dengan akrap dan dengan gaya sok deket sok kenal seperti percakaan orang – orang lainnya ketika bertemu dalam sebuha perjalanan. Untuk memastikan jawabnya ibu tadi, Ibu bertanya ke pada pak supir bus damri, pak supir pun menjawab dengan lugas dan jelas “Itu nak nati nyebrang saja ke situ, lalu liat jembatan penyebrangan dari DTC yang warnanya merah itu, nah setasiun dekat situ”, Bus pun berhenti, ucap ibu tadi ketika saya menuju pintu “Ati- ati ya nak, nyebrangnya..”, “Makasih ya semuanya....” ucap saya dalam hati.  saya pun membri senyuman tulus kepada Ibu dan pak supir yang sudah menjelaskan lokasi setasiun wonokromo itu, dan ini perjalanan dengan variasi berbeda saya yang pertama. (seperti judul skripsi saja pake istilah variasi - variasi segala)

Perasaan was – was dengan ucapan dalam hati “semoga tiket kereta menuju blitar masih ada”, depan loket ada tulisan “Tiket doho sudah habis hari ini”, deg... dekan deh, namun nyelonong saja saya menuju loket dan bertanya kepada petugas dan “Alhamdulillah tiket masih ada”, melihat jam dan dengan disesuaikan jam keberangkatan KA saya inget blum sholat, kemudian segera mencari mushola di setasiun dan saya melaksanakan kewajiban seorang muslim. Setelah sholat selesai terdengar ada pengumuman yang menyatakan bahwa KA sedang mengalami gangguan, “Sepertinya yang dimaksud ini KA yang menuju Blitar deh..” ya wes ngaji Al Quran dulu deh di mushola. Waktu sholat magrib sudah semakin mendekat saya menunngu di luar mushola dan bertanya tanya ke orang – orang lainnya tentang jadwal KA tujuan Blitar, dan ada pengumuma KA yang menyatakan KA dengan tujuan Blitar melewati kertosono akan berangkat, "Perasaan agak ragu, apa KA ini ya, tp sepertinya bukan deh.." saya menuju pintu masuk sebelum KA dan bertanya ke satpan “Pak, KA ke Blitar ini ya..”, Jawab satpan “Oh, Belum mas..” ya wes saya tunggu lagi di tempat duduk setasiun lagi. Pengumuman selanjutnya yang menyatakan bahwa KA tujuan Blitar sedang mengalami gangguan dan sampai sekarag belum bergerak menuju setasiun wonokromo, orang – orang pada teriak “Yaaaahhhh....” saya kira teriakan itu percuma, itu hanya menambah kekecewaan saja, menambah rasa galau saja, lebih baik diam.

Mungkin ini sudah mendekati waktunya untuk berbuka puasa melihat orang sudah sibuk menyiapkan dan membeli makanan serta minuman untuk berbuka puasa saya pun juga ikut membeli sebotol minuman dingin, Alhamdulillah. Azan magrib sudah berkumandang saatnya makan berbuka puasa dulu, dengan seteguk fres tea Alhamdulillah menyegarkan tenggorokan. Para penumpang mulai melangkahkan kaki menuju mushola yang berada di setasiun wonokromo mereka pun sholat mahgrib, namun KA yang ditunggu tak kunjung datang. Saya putuskan untuk sholat magrib dulu. Seusai sholat magrib saya kembali menunggu sambil bertanya kepada para calon penumpang KA yang juga menunggu kedatangan KA, dengan cara ini lah saya dapat memastikan dengan tepat bahwa KA yang akan saya naiki adalah KA yang benar.

Sembari menunggu kedatangan KA , saya sedikit mengajak ngobrol dengan bapak - bapak yang usianya mungkin 50 tahunan. Ketika pembicaraan saya dengan bapak tersebut selesai, saya tetap mendegarkan pembicaraan  bapak tersebut yang berupa kritikkan terhadap KA dengan sorang bapak yang usianya lebih tua yang duduk disamping bapak itu, yang inti dari pembicaraan tersebut  adalah mebicarakan dan mengomentari sarana dan prasarana transportasi KA. Kita tau gerbong KA yang melewati sasiun ini bisa dikatakan jumlah gerbongnya adalah jumlahnya 5, nah kenapa jumlah gerbong ini hanya ada 5, itu pertanyaan yang biasanya aka muncul dalam benak masing masing. Pengurangan jumlah gerbong itu dikarenakan pemotongan subsidi dari pemerintah, jadi jangan salahkan pihak KA yang ketika melayai para penumpang banyak kekurangan pelayanan pada jumah gerbong. Maksud dari pihak KA tersebut adalah agar para warga diminta untuk mengajukan aspirasi lagsung kepda pemerintah jangan hanya kepada pihak KA saja, mungkin sebenarnya pihak KA sudah menyuarakan perihal ini, dan suaranya kurang didengar, ya itu bisa juga,. Bisa juga pihak KA memang belum meyuarakah perihal tersebut kepada pemerintah sehingga memang pemerintah tidak menaikkan subsisi atau perihal tersebut belum terurus oleh pemerintah.

Pengumuman yang menyenagkan akhirnya datang, para calon penumpang tinggal menunggu kedatangan KA dari kota SBY yang tujuan terakhirnya Blitar. Ada yang menarik lagi, ketika KA yang sedang ditunggu oleh para calon penumang yang sudah risau dan galau menunggu terlalu lama, sebelum KA yang terlalu lama ditunggu itu datang, KA komputer yang membawa penumpang dari pulang kerja juga datang dan berhenti di setasiun wonokromo karena yang namanya rel sepor atau rel kereta itu cuman singel aja jadi KA komputer nunggu jalannya KA tujuan akhir Blitar dulu . Memang tujuan para penumpang adalah satu “sampai tujuan dengan aman, murah dan yang penting adalah cepat”. Setelah KA komputer itu berhenti sifat itupun muncul, para penumpang KA komputer yang sejalur denga KA yang saya pakai dengan berbondong – bondong balik arah putar badan grak, menuju KA yang sudah lama kami tunggu terlalu lama itu. Al hasil penumpang dalam KA tujuan akhir Blitar dapat tambahan penumpag dari KA komputer, padahal hak utama tempat duduk adalah dipegang oleh penumpang KA asli tujuan Blitar yang sudah terlalu menunggu lama tadi.




Wednesday, 11 July 2012

Hiking and camping at gunung mandiangin


Sore hujan rintik – rintik tidak menjadi halangan kita unutk tetap melanjutkan agnda yang sudak kami utuskan sebelumnya. Satu per satu kwan  kawan mulai berdatangan ke base cam yang sudah disepakati sebelumya. Hujan rintik – rintik, dingin menjadi tantangan bagi kita unutk menempuh medan yang akan kami tempuh. Kamipun tiba di base cam di bawah bukit serta merapat untuk parkir seta mempersiapkan apa pun yang perlu dipersiapkan. Kebetulan dibase cam sudah kenal denga seseorang yang telah benar- benar dengan kondisi cuaca alam serta kondisi medan yang akan kami tanjaki.

Jepret dari belakang
Oke, sebelum naik ke puncak jpret dulu, ini bagian yang menyenagkan dan bagian yang asyik sampe ndak terasa cappe itu. Medan dibawah masih dapat ditoleransi tanjakan yang masih belum begitu terjal serta kemiringan yang masih bisa dijalani dengan santai tanpa engos – engosan kami lalaui denga santai – santai saja.

Tiba pada air terjun yang umayan waktunya  jpret again, sayagnya air pada tempat tersebut tidak terlalu banyak sehingga mengurangi daya eksotis nathural dari water fall tersebut (gayanya pake bahasa inggris segala, biar ga dikatain kuper).




Air terjun mandiangin

“Ayo, foto disini..” eh, kaliamat itulah yang sering terucap, hehe..

“Eh, disini lokasinya bgus ni, fotografer mainkan..” ya kira kira seperti itulah ekspresi orang – orang skarang.

Perjalanan pun kami lanjutkan bersama – sama dengan ucapan Basmalah kita langkahkan kaki lagi. Hup.. hup.. hup, lumayan medan agak semakin terjal, semakin penasaran dengan medan yang sedang menghadang didepan.

“Kita ntar sholat diaman ni..”  sholat di lokasi kolam belanda aja kah.
Sebelumnya memang ga tau kek apa lokasi – lokasi dan medan yang akan ditempuh. Tibalah pada pos kolam belanda,

“Istirahat yukk..” ternyata rintikan hujan semakin lebat, “Kita istirahat aja disini,” tim kami pun beristirahat di rumah yang berklamufase jadi warung, “Eh, tadi sangu roti ga.. dah laper nih.”
Bisik salah satu temen “Harga – harga disini lebih mahal loh..”
Ya iya, juga ya.. kan transportasi untuk ke lokasi ini perlu biaya dan energi juga ya. Dengan rasa perut yang lapar pun kami tahan,

“Ujannya udah agak reda nih, yukk lanjut..” Oke, deh pendakian pun kami lanjutkan. Lokasi di daerah kolam terdapat sungai air yang jernih, entah darimana sumber air ini, yag jealas ya dari atas pegunungan kan.

Disekitar sungai kami temui orag “Permisi.. Mari..”
Orang itu bilang “Mau kemana nih, wah pasti ada apa – apa ni”

Dalam hati, emang ada apa ya diatas, masih penasaran medan dan lokasi apa yang akan ditempuh.
Semakin ke atas medan pun semakin curam, bebatuan semakin besar, udara semkin dingin, malam semakin larut, pohon – pohon kecil serta ilalalng semakin menyempitkan jalanan.

“hoss.. hoss.. hos.., gimana istirahat kah..” teriak satu dari kami.
“Yaakk.. kita berhenti sebentar” kaki pun mulai agak terasa cenut – cenut.
“Eh, panoramanya bagus ni..” semua mata tertuju pada yang megamng camera.
“Oke, siap siap ambil posisi buat jepreet..”



Medan yang agak atas, tp masih santai 



Kamipun disela – sela istirahat ngambil gambar, “gimana udah cukup kan istirahatnya.., kita lanjut lagi yuukk”. “Oke, yuukk bismillah...,”

Pendakian kali lanjutkan, semakin ke atas ternyata emang benar, memang medan semakin terjal, kemiringan tanah mulai tidak teratrur, kira – kira 75 derajat nih, gaya gravitasi semkin berat, sebentar – bentar kami absen satu – satu, memastikan tiap rombongan tidak ada yang jaraknya terlalu jauh jaraknya.



Suasana senja

Di medan ini, mungkin medan yang memang lumayan ekstrim bagi pendaki pemula kek kami ini (eh, mungkin beberapa dari kami aja, tapi bukan saya. Hehe). Jadi teringat bersama kawan – kawan dulu ketika jelajah di daerah kota tercinta apa lagi kalau bukan Blitar City. Walaupun ga serame yang dulu tapi lumayan neg jajal kemampun ku lagi nih. Tapi kalau medannya sih, agak lumayan yang satu ini soalnya medan ini memang benar – benar buat umur ya kek kita – kita  ini. Kalau dulu itu medanya emang ya disesuaikan dengan umur kita yang masih duduk di kelas MTs Al Muslihuun Tlogo.

Kita kembali lagi ke sini, hehe. Ini memang benar – benar sudah gelap, fasilitas handphone kami sangat amaaat berguna bagi kami. Segera kami menyalakan benda yang satu ini. Lumayanlah dari awal kami yang udah siap sedia ma benda yang satu ini.

Tanah yang agak basah, peniggalan dari hujan tadi menambah tantangan medan, belum lagi pepohonan yang kadang malang – melintang di jalur pendakian yang lumayan sempit memaksa kita melompat, mengangkat kaki yang lumayan cenut cenut, tp cuman dikit aja sih batag pohon, pohonnya pun juga pohon yang kecil kok ^_*.

“Alhamdulillah..” jalur kendaraan sudah kami lihat didepan mata. Sedikit sok tau, “Ini jalan kok ada ya, mungkin emang sengaja dibuat nih ma orang – orang belanda, buat disribusi pasokan makanan bagi penjaga benteng di atas gunung, emang orang belanda hebat,” didalam hati “Bener – bener orang belanda udah mikirin apa – apa yang dibutuhin buat bawahanya”. Masih belum tau seperti apa wujud yang ada didepan tempat yang sedang kami tuju, tapi udah liat sih dari foto – foto album temen yang udah di upload di facebook, Hehehe.

Udara semkin dingin.. “Huass.. huass.. (bunyi angin)” namanya aja gunung mandiangin, jadi ya banyak anginya “Hehe..”. Terlihat didepan mata ada sebuah bangunan tua yang memang udah tua, dan memang bangunan ini bengunan belanda, selalai lagi bertemu dengan bangunan belanda. Emang jika kita amati pada negera - negara jajahan belanda pasti pada negara yang dijajah tersebut akan meninggalkan sebuah  bangunan - bangunan yang kokoh dan awet.

Setelah kesulitan, pasti ada kemudakan. Jalanan sudah datar namun udara dan atmosfir pegunungan pada senja yang sudah semakin larut, menjadi tantangan berikutnya "Huuwwwsss... Huuwwwsss,.." Bunyi angin yang sedang menerpa pepohonan yang lumayan lebat. Sekitar beberapa menit perjalanan Alhamdulillah sudah sampai di tempat tujuan base cam kami dan para pendaki lainnya yang ingin bermalan di gunung. 

Namnya benteng belanda, dengan segera kamipun mempersiapkan kayu unutk menyalakan api ungun untuk mengusir udara dingin yang semakin menjadi - jadi. 

ceteekk... cetek.. (Bunyi korek buat nyalain api) kok ga bisa nih, "Cari pelastik, cari plastik.." celetup salah seorang dari kami, "Oke.. ini plastiknya.." tapi sekian lama mencoba kok ga nyala - nyala ya. 

Saya pun dengan sigap dan segera mngelurkan kompor portable,
"Ini dia solusi kita.. ane masak mie dulu ya.."

"satu, dua, tiga" (ngitung persediaan pasokan mie, sambil disesuaikan dengan banyaknya tim). "Wah, kita cuman bisa makan sekarng ma pagi aja nih." persediaan mie cuman cukup buat dua kali makan saja.

"Eh, airnya mana.."
"Waahh.. sini ga ada air nih, kita cuman bawa air dari pemberian base cam dibawah tadi aja, itu pun juga dua botol besar aqua sama 1 botol kecil, wihh.. ini harus cukup buat makan dan minum nih.."

Ternyata setiba di tempat puncak kami belum tau tempat sumber air. Dengan sangat hati - hati dan dengan rasa haus serta lapar kami tetap bertahan. Seperti dalam sebuah peperangan zaman penjajahan kolonial belanda, tempatnya pun memang benar, ini tempat benteng belanda.

----Prememori
Sebelumnya kami udah sholat kok, walaupun hiking and camping di puncak gunung jangan lupa kewajiban yang harus dilaksanakan yaa.. walau ga ada air tayamum pun juga bisa.

Kembali ke gunung, kami pun dengan rasa yanng lumayan menguras tenaga dalam perjalanan pendakian, satu - persatu mulai merebahkan badan kami ke tikar yang sudah kami bawa dan kami gelar sebelumnya.

Akhirnya semuanya tertidur pulas, detik - demi detik, jam demi jam, akhirnya udara yang sangat dingin yang menusuk - nusunk membangunkan kami satu - persatu.

Buka hp, ternyata udah hampir jam 1 pagi,
"Eh, keknya ada sms.. hehe, sinyal IM3 ternyata hebat, bisa tembus puncak, tp keknya ga etis balas sms malam - malam"

Abu dan arang kayu bakar api unggun

Klip.. klip cahaya api ungun yang terus bergerak karena angin, "Kayu habis..."
Segera kami walaupun malam dengan rasa dingin yang menusuk tetap melangkahkan kaki unutk mencari bongkahan - bongkahan kayu bakar. Satu demi satu kayu bakar untuk tetap bertahan dalam udara yang lumayan ekstrim.


Api unggun di dalam benteng belanda

Memang suasananya agak gimana gitu, bagi yang baru pertama datang. Tapi ya biasa aja mau tinggal dimana lagi yang penting selalu inggat pada Sang Pencipta Alam. Rasa kantuk, energi yang lumayan terkuras habis, lapar akhirnya tubuh kami ke tempat tikar unutk tidur dalam suasana dingin.

"Kriiingg.. kriingg.. kringgg.." mungkin sekitar jam 3 lewat dikit hp berbunyi, anggap bunyi alarm hp seperti itu. hehe..

Ternyata hampur memasuki sholat subuh, sebelum sholat kami juga sempet sholat malam terlebih dahulu, dan sampailah waktu subuh unutk sholat berjamaah.

Setelah sholat subuh, "ayoo masak lagi,.." dengan segenap sisa air yag ada di botol aqua besar kami memasak mie untuk sesi ke dua.

"Alhamdulillah, cukup menganjal perut yang lapar.."

Setelah suasana mulai terang kami sedikit jalan - jalan mengelilingi daerah sekitar benteng belanda.

"Eh, ayo ke atas benteng.. ada apa ni." ternyata diatas benteng ada persediaan air yang sudah se paket dengan benteng belanda ini.. Jadi berfikir lagi ternyata emang orang - orang belanda hebat, mereka sudah memfikirkan sampai sedetail ini, air adalah konsumsi manusia yang saggat penting. Walaupun tanpa makan air masih dapat digunakan unutk bertahan hidup.

"Wahh.. ternyata ada ini yak.." (sambil nunjuk tempat air dengan kondisi air yang lumayan banyak). Sebelumnya kami benar - benar tidak tau keberadaan ini, kami tau keberadaan ini setelah pagi menjelang kami berkemas sebelum turun gunung.

"Eit.. ambil gambar dulu yukk.." haha..


Ambil gambar waktu setelah subuh

Ini gambar dari atas, ndak sengaja loh jadinya kek siluet. bagus kann..

Siluet
“Udah cukup nih.. kita lanjutkan perjalanan, saatnya turun gunung”


Jalanan menuju tutun gunung
Medan dan track yang kami lalaui ini, ketika turun gunung memang sengaja tidak mengunakan jalur yag sebelumnya digunakan unutk menuju puncak. Jalanan yang rata serta pemandangan yang indah membuat badan dan perjalanan ini semakin menyenagkan (tapi laper).
Sembari menikmati keindaha alam dari puncak gunung, dan juga dengan sang fotografer yang sibuk ambil gambar sana sini (itupun atas permintaan semuanya) dengan sambil berjalan.

Panorama Mandiangin

Mungkin itu gunung meratus "SubhanaAllah.."

Tampak jelas

Puas ngambil lanscape alam gunung kami melanjutkan perjalanan untuk turun gunung. Lumayan udara dinging pun sudah mulai terusir.


Medan pulang
"Sebentar.. ini bagus nih lokasinya.."

"Ahhh... pasti foto lagi nih..." Haha

Fatur (Gaya panjat tebing)

Ismail (Gaya panjat tebing)

"Dah cukup.. yukk lanjutt..."

Ditenggah perjalanan sebelum nyampe post pertama, ada pelangi .

"Eh, ada pelangi tu.. "

"Mana.. mana.." Dengan sigap kemudian segera mengambil camera dan mengambil momen itu.

Pelangi

Pelangi semakin tanpak
Dan tak lupa, disebelah pelangi ada panorama yang indah juga. Lanscape ini perlu tak dilewatkan nih.

Itu juga pegunungan meratus (Mungkin)

Jauh luas memandang


Ini foto fatur
"Eh, foto semuanya yuukk... tapi gayanya gini nih.. ini gayanya sangar loh..""Gaya apaan sih..""Gini caranya. cameranya taruh, trus setting ambil gambar banyak dengan mode otomatis, trus kita lombat.." (Ini ide ku)

"Oke deh.."
"Satu... duaa.... tigaaa..." lompaattt..
sayangnya melompatnya ga bareng.. tapi udah cukup deh.


Teknik foto terbang


Lanscape ketika pulang

Disamping foto bareng lompat

Udah semakin siang kami pun segera melanjutkan perjalanan, memang kala itu ada yang mau ngambil semester pendek.

Melanjutkan perjalanan pulang


Tebing pegunungan

Masih lumayan

Cahayanya cukup nampak

Perjalanan menuju base cam kolam belanda


Post pertama adalah tempat istirahat saat mulai mendaki tadi yaitu kolam belanda, sudai dari kolam belanda kami 



Shamuya (munir) ini yang jadi fotografer


Ini requestku, dari jauh saya udah didepan itu


Kolam belanda hampir kelihatan, dibalik itu

Post pertama adalah tempat istirahat saat mulai mendaki tadi yaitu kolam belanda, sesudah dari kolam belanda, kami bersih - bersih gelas di sungai yang jernih serta minum coffe dulu "Lumayan dibawah banyak air, jernih lagi.."
Camera pun sudah dimasukkan dalam tempatnya, jadi sudah ga ada gambar lagi ya ketika dari kolam belanda menuju parkiran motor.
Tips, buat temen - temen yang mau melakukan pendakian plesss.. baiknya pake sepatu yang khusus atau paling tidak cocok untuk pendakian misalnya sepatunya bukan sepatu kuliah, tidak licin, apalagi pake sendal sangat tidak disarankan. Kemudian agar tidak kedinginan bawalah jaket, dobel atau parasut luamayn buat perlindungan daari udara gunung yang dingin. Pasokan minuman serta makanan menjadi hal yang sangat diperhatikan, jangan sampe kekurangan pasokan ini, kalau perlu bawa makanan yang siap lagsung unutk dimakan, seperti roti dan lain sebagainya. Jika tidak ada air temen - temen juga tetep bisa sholat kok, caranya dengan tayamum, walaupun air cuman cukup buat makan dan minum itu sangat dianjurkan untuk tayamum, dan persediaan air tadi dipake buat makan dan minum.


Thank yaou for reading :)) ternyata lumayan ya.. ^_*